"Masa itu kejam."
bisik kau bagai angin lalu
kau lihat, perjalanan masa
Takdir mempertemukan kita
dan ku paksa kau susur langkah menjauh
kisah ini
bagai corengan waktu kekanakanku
pada satu kertas putih
bayangan berdua berpimpin tangan
Impian polos
alpaku mengotorkan baju biru yang ku pakai
waktu berlalu, aku terlupa
sunyi, kertas itu terperosok di satu sudut dinding
kau yang membawa aku ke situ lagi
aku tersenyum kali ini
dangkalku bermimpi memiliku kamu
Impian polos kekanakanku
patut saja ia pudar, sekali lagi
waktu kan terlupakan ia
FK
21122015
IIUM